✍?✊Manusia butuh peringatan meskipun mereka para penuntut ilmu

?Muhadharah Assyaikh Al ‘allaamah Muhammad Ibnu Shalih al ‘Utsaimin Rahimahullah.

?Termasuk dari adab yang semestinya seorang penuntut ilmu (agama) berada diatasnya adalah ➡bersemangat didalam menyebarkan ilmu pada setiap kesempatan,

?Ketahuilah wahai saudaraku bahwasanya Manusia membutuhkan ilmu,

❌Jangan engkau Katakan: “mereka memiliki ‘ilmu”.

⚠Sesungguhnya manusia terkadang lalai, lupa, terkadang peringatan dari salah seorang dari mereka memberikan pengaruh dihati-hati mereka dari selainnya.

⚠Tidakkah engkau mengetahui bahwa orang-orang mukmin (para sahabat Nabi Shallallahu alaihi wasallam) semuanya membaca firman Allah:
وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ أَفَإِن مَّاتَ أَوْ قُتِلَ انقَلَبْتُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ ۚ وَمَن يَنقَلِبْ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ فَلَن يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا ۗ وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ

“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (Ali ‘Imran: 144)

✔Mereka semuanya membaca ayat ini bersamaan dengan itu (ketika)mereka dimasjid, ‘Umar Radhiyallahu anhu mengatakan:

?Sesungguhnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam tidak meninggal sesungguhnya beliau akan sadar beliau akan menebas kaki dan tangan (orang-orang munafik yang mengatakan beliau meninggal) secara silang, demikian yang beliau katakan.

?Apakah ‘Umar tidak membaca ayat tersebut ❓

?Jawabannya adalah: bahkan beliau membacanya, semua manusia(para sahabat) telah membacanya,

?Sampai tibalah Abu Bakr Maka beliau naik mimbar, kemudian membaca ayat tersebut (diatas) ,

?Maka mereka mengetahui bahwa (kematian Rasulullah shalallahu alaihi wasallam) adalah haq(benar) seakan akan ayat tersebut tidaklah turun kecuali malam itu.

?Jika demikian wahai saudaraku, jangan engkau katakan: ” orang-orang yang disekitar saya semuanya adalah penuntut ilmu,

✋”tidak” (jangan)

?”Sebarkanlah ilmu”

?”Terkadang ada kelalaian”

?Terkadang engkau menjelaskan kepada mereka sesuatu yang tidak ada pada mereka(yang belum pernah mereka dapati),

?Dan ini adalah perkara yang diketahui, menyebarkan ilmu adalah kewajiban jika dibutuhkan dan manusia bertanya tentangnya,

?Adakalanya dengan lisan maqal,(ucapan)

?Adakalanya dengan lisan hal(keadaan)

☝Maksud dari lisan maqal adalah :

? seseorang datang kepadamu, bertanya kepadamu tentang suatu permasalahan agama Allah.

☝Adapun lisanulhal maksudnya adalah:

? engkau melihat manusia menyelisihi pada suatu perkara dari perkara perkara agama, maka dalam keadaan seperti ini diperlukan untuk mengingatkan mereka tentang penyelisihan ini sehingga mereka istiqamah didalam agama Allah.

Sumber: ?
https://drive.google.com/file/d/0B5troNvTkWd3b1VXV2dra04ydjA/view?usp=drivesdk

Alih bahasa: ?
Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu ‘umar
غفر الله له ولوالديه

Website: ?
Salafycurup.com

↪Telegram.me/salafycurup