Salafy Curup:
بسم الله الرحمن الرحيم

*?MELAKUKAN HUBUNGAN SUAMI ISTRI KETIKA MENGANTI PUASA YANG DITINGGALKAN KETIKA DIBULAN RAMADHAN, WAJIBKAH KAFFARAH* ❓

?Assyaikh Ibnu ‘Utsaimin Rahimahullah.

?Pertanyaan; ?
Seorang wanita mengganti puasanya yang dia tinggalkan ketika dibulan Ramadhan Maka kemudian suaminya menggaulinya apakah wajib atasnya kafffarah ❓

Jawaban; ?

?Apabila dia dipaksa suaminya, maka tidak ada kewajiban apupun atasnya dan puasanya sempurna,

?Namun apabila perbuatan tersebut terjadi karena keinginan dia maka *dia berdosa* , wajib baginya untuk mengqadha’
(mengganti) puasa ini,

*✋Dan tidak ada padanya kaffaarah*

?Dikarenakan kaffarah khusus disiang hari pada bulan Ramadhan, bagi seseorang yang wajib atasnya puasa.

?Adapun orang yang tidak wajib padanya puasa sekalipun dia puasa pada bulan Ramadhan,

*✋Maka tidak ada kafffarah atasnya*,

?Sebagai contoh;

?Seseorang pergi dengan keluarganya (istrinya),menuju Makkah di hari-hari pada bulan Ramadhan dalam keadaan dia berpuasa disiang hari, dia menginginkan untuk mendatangi keluarganya
(istrinya), (melakukan hubungan).

⚱Maka kita katakan kepadanya;

✅”Ya”. Boleh engkau mendatanginya
(berjima’ dengannya).

❌Tidak ada atasmu kewajiban apupun kecuali qadha'(mengganti dihari yang lain diluar bulan Ramadhan),

✋Dikarenakan puasa tidak wajib atas musafir.

⛔Hendaklah engkau memperhatikan poin ini….

*?Alkaffarah tidaklah wajib kecuali apabila hubungan suami istri dilakukan dibulan Ramadhan oleh orang-orang yang wajib atasnya puasa*.

Alih bahasa; ?
Abu fudhail Abdurrahman Ibnu ‘umar حفظه الله.

Sumber; ?

Website; ?
Salafycurup.com

Telegram.me/salafycurup