Salafycurup.com ~ Menebar cahaya nubuwah

Hukum Bersiwak Dengan Jari Jika Tidak Ada Siwak

Hukum Bersiwak Dengan Jari Jika Tidak Ada Siwak

Ditulis oleh Abu Fudhoil. Di Fiqih . Diterbitkan pada 8 Ramadhan 1438H / 8-6-2017.

HUKUM BERSIWAK DENGAN JARI JIKA TIDAK ADA SIWAK

بَوّب الإمام أبو عبيد في كتابه الطهور (٣٤٩) : [ بَابُ الْمَضْمَضَةِ وَالِاسْتِنْشَاقِ يُسْتَعَانُ عَلَيْهِمَا بِالْأَصَابِعِ ]

Al-Imam Abu Ubaid rahimahullah membuat Bab dalam kitabnya Ath-Thuhur 349: “Bab Berkumur-kunur dan istinsyaq dan dibantu dengan jari-jemari.

وساق بإسناده عن عثمان رضي الله عنه أنه : «كَانَ إِذَا تَوَضَّأَ يَسُوكُ فَاهُ بِإِصْبَعِهِ».

وهو أثر ضعيف لا يصح، فيه: الزبير بن عبد الله.

Dan beliau membawakan dengan sanadnya dari Utsman bin Affan radhiyallahu anhu: “Bahwasanya beliau dulu jika berwudhu bersiwak dengan jarinya.”

Dan ini adalah atsar yang dhaif tidak shahih, dalam sanadnya ada seorang yang bernama Zubair bin Abdillah.

Kemudian Abu Ubaid berkata pendapat tentang bersiwak dengan jari:

أَنَّهُ لَيْسَ بِوَاجِبٍ عَلَى النَّاسِ، لِأَنَّ الْآثَارَ تَتَابَعَتْ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فِي الْمَضْمَضَةِ، فَلَمْ يَأْتِنَا فِي شَيْءٍ مِنْهَا الِاسْتِعَانَةُ بِالْإِصْبَعِ مَعَهَا، وَإِنَّمَا هُوَ عِنْدِي مِثْلُ حَدِيثِ ابْنِ عُمَرَ حِينَ كَانَ يَنْضَحُ الْمَاءَ فِي عَيْنَيْهِ إِذَا اغْتَسَلَ، وَلَيْسَ هَذَا بِحَتْمٍ عَلَى النَّاسِ ].

“Sesungguhnya hal itu tidaklah wajib atas manusia, karena riwayat-riwayat yang berurutan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam itu dalam hal berkumur-kumur saja, dan tidak ada yang sampai kepada kita riwayat menggunakan jari dengan berkumur-kumur. Hal ini menurutku seperti hadits Ibnu Umar ketika beliau memercikkan air ke kedua matanya ketika ia mandi, dan itu tidak wajib dilakukan manusia.”

Kemudian Abu Ubaid berkata pendapat tentang bersiwak dengan jari:

أَنَّهُ لَيْسَ بِوَاجِبٍ عَلَى النَّاسِ، لِأَنَّ الْآثَارَ تَتَابَعَتْ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فِي الْمَضْمَضَةِ، فَلَمْ يَأْتِنَا فِي شَيْءٍ مِنْهَا الِاسْتِعَانَةُ بِالْإِصْبَعِ مَعَهَا، وَإِنَّمَا هُوَ عِنْدِي مِثْلُ حَدِيثِ ابْنِ عُمَرَ حِينَ كَانَ يَنْضَحُ الْمَاءَ فِي عَيْنَيْهِ إِذَا اغْتَسَلَ، وَلَيْسَ هَذَا بِحَتْمٍ عَلَى النَّاسِ ].

“Sesungguhnya hal itu tidaklah wajib atas manusia, karena riwayat-riwayat yang berurutan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam itu dalam hal berkumur-kumur saja, dan tidak ada yang sampai kepada kita riwayat menggunakan jari dengan berkumur-kumur. Hal ini menurutku seperti hadits Ibnu Umar ketika beliau memercikkan air ke kedua matanya ketika ia mandi, dan itu tidak wajib dilakukan manusia.”

Aku (Syaikh Arafat) Katakan:

ومذهب الشافعية والحنابلة (من استاك بإصبعه لم يصب السنة).

Dan madzhab Syafi’iyah dan Hanabilah: “Barang siapa yang bersiwak dengan jarinya tidak mencocoki sunnah.” (Al-Majmu’ 1/282). Al-Inshaf (1/119)

خلافا للحنفية الدر المختار (١١٥/١)، والمالكية الشرح الكبير للدرير (١٠٢/١)، فعندهم تقوم الإصبع مقام السواك عند فقده.

Berbeda dengan Al-Hanafiyyah dalam Ad-Durrul Mukhtaar (1/115) dan Al-Malikiyyah Syarh Al-Kabir liddariir (1/102). Menurut mereka: “Jari bisa menggantikan kedudukan siwak ketika tidak ada siwak.”

Dan Ibnu Qudamah menyelisihi sahabatnya, dalam kitabnya Al-Mughni 1/137 beliau berkata:

(والصحيح أنه يصيب بقدر ما يحصل من الانقاء ولا يترك القليل من السنة للعجز عن كثيرها والله أعلم).

Dan yang benar, (bersiwak dengan jari itu) dibenarkan, sebatas bisa meraih kebersihan. Dan tidak boleh ditinggalkan sedikit dari sunnah karena tidak mampu melakukan yang keseluruhannya. Wallahu a’lamu.”

Dan beliau ini diikuti oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh dalam fatwanya (2/24):

التسوك بالإصبع يصاب به السنة أَو بعضها على خلاف كلام الأَصحاب. وهو أَيسر من السواك فما لا يدرك كله لا يترك كله.

“Bersiwak dengan jari itu mencocoki sunnah atau sebagiannya —berbeda dengan pendapat madzhab (hambali)—. Dan itu bersiwak yang paling mudahnya. Maka apa yang tidak bisa dilakukan semuanya, jangan ditinggalkan semuanya.”

Dan menurut Syaikh Ibnul Utsaimin rahimahullah dalam Asy-Syarh Al-Mumti’ 1/147:

يجزئ التسوك بالإصبع إذا لم يجد سواكا.

“Diperbolehkan bersiwak dengan jari jika tidak menemukan siwak.”

***

Sumber: https://telegram.me/Arafatbinhassan

Shortlink : http://salafycurup.com/?p=67


86 out of 100 based on 427 user ratings
1 stars 2 stars 3 stars 4 stars 5 stars

Artikel Lainnya dari Fiqih

*⚖Latihlah dirimu agar mau mengakui kesalahan dan kembali pada kebenaran

*⚖Latihlah dirimu agar mau mengakui kesalahan dan kembali pada kebenaran

💰🏠Hukum menitipkan uang di bank

💰🏠Hukum menitipkan uang di bank

✅🏡Inilah perniagaan yang menguntungkanmu

✅🏡Inilah perniagaan yang menguntungkanmu

Wahai saudaraku sesungguhnya semua itu telah Allah tentukan
Wahai saudaraku sesungguhnya semua itu telah Allah tentukan
Pentingnya memperbaiki akhlak setelah mengenal manhaj salaf
Pentingnya memperbaiki akhlak setelah mengenal manhaj salaf
Apakah dzikir setelah shalat fardhu dibaca juga seusai shalat Sunnah Apakah dzikir setelah shalat fardhu dibaca juga seusai shalat Sunnah
Ketentraman itu adalah ketentraman hati Ketentraman itu adalah ketentraman hati
Sungguh beruntung seorang yang Allah beri kecukupan padanya Sungguh beruntung seorang yang Allah beri kecukupan padanya

Tags :


Galeri Salafy Curup

Kunci dari Qadha(Memutus Perkara Perselisihan) adalah Pemahaman, bukan Sekedar Ilmu ✋Bagaimana cara menggerakkan jari telunjuk ketika tasyahhud dalam shalat❓ 🚨🌾Faidah tentang puasa Asyura’ Bahaya Nimbrung dalam Hal yang Tidak Diilmui dan Dikuasai *🏡KEUTAMAAN YANG BESAR BAGI SESEORANG YANG SHALAT SUNNAH DIRUMAHNYA* *💎💥📖NASEHAT SALAF YANG BERHARGA DI ZAMAN FITNAH* 💎💎💎💎💎💎 *💥APA KEUTAMAAN PUASA ARAFAH ❓ DAN APA SYARAT UNTUK MENDAPATKAN KEUTAMAAN PUASA ARAFAH ❓* *🚰💥APAKAH BENAR ADA DOA PADA SETIAP GERAKAN WUDHU* ❓ *APA YANG DIBACA KETIKA MENYEMBELIH HEWAN QURBAN, DAN APA SAJA SYARAT SYARAT HEWAN QURBAN* ❓ *🏕🏝MANAKAH YANG LEBIH UTAMA BERKURBAN DENGAN DOMBA ATAU SAPI, KAMBING KACANG ATAU KAMBING DOMBA*❓ * SAHKAH SHALAT SEORANG DALAM KEADAAN TERDAPAT PADA ANGGOTA WUDHU’NYA PENGHALANG MASUKNYA AIR ,SEPERTI CAT* FAIDAH RINGKAS YANG BERKAITAN TENTANG ZAKAT FITRAH

Kolom Komentar

Artikel Terbaru

Kategori

Arsip

Halaman

Asatidzah Pembimbing

Buku Tamu

Situs Ulama

Situs Salafy Indonesia

Tentang Kami Hubungi Kami Alamat Kami Buku Tamu Kritik & Saran

Salafycurup.com adalah situs resmi salafy curup provinsi Bengkulu. Alamat : Jl. Batu Galing RT.4 RW.1 Kelurahan Air Bang, Kecamatan Curup Tengah, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Cp : +62 823 71589900 (Abu ‘Aisyah)

© Copyright 2017 Salafycurup.com. All Rights Reserved.